Hmmm?
PostedDua hari ini aku jadi panitia diklat Jurnalistik. Dan dua hari ini teman2 ipa 4 kumpul dan bermain.
Sungguh dua pilihan yang sangat mudah bagiku. AKu memilih bermain bersama kalian. Sayangnya tidak ada pilihan yang ditawarkan. Dan akupun mulai jadi orang yang tak acuh. Tak acuh begitu saja. Miris.
Di mulai dari kemaren, kalian meng sms ku sedang makan di ramen pogung. Godaan berat bagiku, karena saat itu aku lagi ngantuk2nya mendengarkan tim diklat berbicara, seperti mata kuliah bahan teknik. Suara pak nya seperti nyanyian pengantar tidur. Sendu dan melankolis. Haha.
Seketika bangun, dan tanpa pikir panjang segera menuju daerah pogung. Meninggalkan acara yang sedang kulalui. Mbuh ah, males banget. Membayangkan kalian lagi ngobrol tereak-tereak. Aku juga mau. Dan aku jadi dua kali lebih sumringah dari biasanya, karena waktu jadi begitu berharga. Tertawa-tawa. Oh senangnya.Sayang,sebentar lagi harus kembali ke diklat.
Kemudian hari ini, ulangtahunnya mia. Aku molor dari yang seharusnya. Jam setengah 11 harus dah berangkat. Sementara aku, jam setengah 12 baru brangkat dari rumah Mia. Sebenarnya berat langkah ini tapi apa mau dikata. Kemudian ditengah2 acara sekitar jam 2 siang,kalian sms lagi hepi pupian. Aku langsung ambil tindakan. Modal uang 2ribu buat bayar parkir dan hape, masih mengenakan jas almamater, aku kabur. Ke penthouse. Hanya sedikit waktu yang kupunya. Tak bisa lama-lama.
Waktu hanya sedikit,aku harus balik kampus. Aku dilanda teror rasa bersalah menjadi panitia yang tidak becus. Apa-apaan. Mia, hasbi nyembunyiin sepatuku. Klo boleh milih, akan kuberikan sepatu itu, sembunyikanlah jauh-jauh dariku. Kuberikan kunciku, bawala motorku pergi sampe aku ga bisa balik ke kampus. Hingga aku tetap bisa berada disitu bersama kalian.
*Btw, tadi aku mpe kejedug barang ik. Asem*
Disini, aku sangat dilema. Dilema akan tanggung jawab. Menuruti keinginan tidaklah mudah.
Menurutku menjadi orang yang egois lebih keren. Lakukan apa yang kusuka. Punya prinsip. Ketimbang melakukan sesuatu setengah hati. membohongi diri sendiri.
Dan aku mulai ga becus. Bisa-bisanya kabur pas jam acara. Meskipun akhirnya ga ada yang sadar klo aku baru saja menghilang. Klo buat teknis, aku sebenernya mbathang. Dan aku pergi juga ga ngefek apa-apa. Tapi tetep aja aku orang yang egois.Tapi aku cuma ga suka membohongi diri sendiri....










